Sabtu, 25 Oktober 2014

Definisi dan Rasional PAUD


Definisi PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usial Lahir sampai 6 tahun. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar dan kehidupan tahap berikutnya.
   
Pendidikan usia dini  merupakan wahana  pendidikan yang sangat fundamental dalam memberikan kerangka dasar terbentuk dan berkembangnya dasar-dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan pada anak. Keberhasilan proses pendidikan pada masa dini tersebut menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan pada lembaga pendidikan anak usia dini, seperti : Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Satuan Padu Sejenis  maupun Taman Kanak-kanak sangat tergantung pada sistem dan proses pendidikan yang dijalankan. 

Salah satu pemenuhan hak pendidikan sejak dini pada usia 3-5 tahun yang kemudian dilakukan masyarakat dan pemerintah yaitu program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Didalam pelaksanaannya, setiap kelurahan yang ada di Indonesia didorong untuk memiliki minimal satu PAUD. PAUD merupakan alternatif pemenuhan hak pendidikan selain Taman Kanak-Kanak (TK) atau Taman Pendidikan Alquran (TPA).
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2005, PAUD termasuk dalam jenis pendidikan Non Formal. Pendidikan Non Formal selain PAUD yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Play Group dan PAUD Sejenis. PAUD sejenis artinya PAUD yang diselenggarakan bersama dengan program Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu untuk kesehatan ibu dan anak). Sedangkan pada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), PAUD dimasukkan kedalam program Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Pada penyelenggaraan PAUD, jenis pendidikan ini tidak menggunakan kurikulum baku dari Depdiknas, melainkan menggunakan rencana pengajaran yang disebut Menu Besar. Menu Besar ini mencakup pendidikan moral dan nilai keagamaan, fisik/motorik, bahasa, sosial-emosional dan seni. Panduan dalam Menu Besar ini akan dikembangkan oleh tiap PAUD, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing PAUD.

Selain tidak menggunakan kurikulum baku, PAUD juga ditujukan untuk kalangan ekonomi miskin. Karena biasanya PAUD tidak menarik iuran sekolah atau menarik iuran dengan jumlah yang sangat kecil. Hal ini untuk memenuhi hak pendidikan anak, mendapatkan pendidikan dasar secara cuma-cuma (Pasal 31 Konvensi Hak Anak).


RASIONAL DIADAKANNYA PAUD
Hakikat pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi pemersatu bangsa, penyamaan kesempatan, dan pengembangan potensi diri.Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi system pendidikan nasional, serta memuat visi, misi, fungsi, tujuan dan strategi pembangunan pendidikan nasional.Masa usia dini (0-6 tahun) merupakan masa keemasan (golden age) dimana peran stimulasi lingkungan yang kondusif dan dilakukan dengan cara bermain akan dapat mengembangkan pertumbuhan otak dan seluruh potensi anak. Karena:
1. merupakan masa peka bagi anak. Masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. 
2. merupakan masa perkembangan kecerdasan yang pesat. Kecerdasan pada masa ini dapat meningkat dari 50% menjadi 80%.


Banyak manfaat bagi anak yang bersekolah di TK, a.l:
1. hampir seluruh aspek perkembangan anak tumbuh dan berkembang lebih baik dibandingkan anak yang tidak masuk 
2. TKmemiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak masuk 
3. TKtidak akan mengalami pengulangan kelas saat di kelas I dibandingkan anak yang tidak masuk 
4. TKlebih siap bersekolah dibandingkan anak yang tidak masuk

Bentuk-bentuk Paud terdiri dari :
  1. PAUD Formal ; TK, Raudhatul Atfal.
  2. PAUD Non Formal ; Kelompok Bermain (KB), Taman Pendidikan Anak (TPA), Pos Paud ..dll
  3. PAUD Informal ; Keluarga

Jumat, 17 Oktober 2014

STIA SILABI FILSAFAT PENDIDIKN ISLAM

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER
(RPS)

A.  INFORMASI UMUM
Nama Mata Kuliah        : Filsafat Pendidikan Islam (FPI)
Kode Mata Kuliah         : TBI (MKU)
Program Studi               : S-1
Bobot SKS                    : 2 SKS (16 Kali Pertemuan)
Semester                         Gasal
Dosen Pengampu           Abdul Aziz, M.Pd.I

B.  DESKRIPSI
Pemahaman dan pengetahuan secara konseptual secara mendasar tentang pendidikan Islam dengan melakukan beberapa studi analisis terhadap beberapa hasil pemikiran filosof dari para tokoh-tokoh muslim.

C.   STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa dapat memahamiunsur esensial pendidikan Islam dalam proses pembentukan kepribadian muslim.

D.   KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa mampu memahami unsur esensial pendidikan Islam dalam proses pembentukan kepribadian muslim melalui telaah dinamika pemikiran filosofis yang berkembang di kalangan kaum muslim.pengetahuan secara konseptual secara mendasar tentang pendidikan Islam dengan melakukan beberapa studi analisis terhadap beberapa hasil pemikiran filosof dari para tokoh-tokoh muslim.

E.  KEGIATAN

Tatap Muka
MATERI POKOK
KET
1
Pendahuluan dan kontrak belajar
Dosen
2
Konsep dasar filsafat pendidikan islam
Dosen
3
Paradigma kemanusiaan dalam pendidikan islam
Dosen
4
Epistimologi pendidikan islam
Dosen
5
Aksiologi pendidikam islam
Mahasiswa
6
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Al-Ghazali
Mahasiswa
7
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Ibn Miskawaih
Mahasiswa
8
UJIAN FORMATIF
Mahasiswa
9
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Muhammad Abduh
Mahasiswa
10
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Ismail Raji al-Faruqi
Mahasiswa
11
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Syekh Muhammad Naquib al-Attas
Mahasiswa
12
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Athiyah Al-Abrasyi
Mahasiswa
13
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif KH. Hasyim Asy’ari
Mahasiswa
14
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Ahmad Dahlan
Mahasiswa
15
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Nurcholis Madjid
Mahasiswa
16
UJIAN SUMATIF
Mahasiswa

F. SISTEM EVALUASI
Perkuliahan ini akan memberi bobot nilai pada komponen-komponen berikut:
a.        Kedisiplinan                     10%
b.       Performance                     15%
b.    Akhlak Mulia                   15%
c.    Penugasan                                   15%
d.    Ujian Formatif (UF)        20%
e.    Ujian Sumatif (US)          25%

G. DAFTAR BACAAN
Ø Abuddin Nata. 2005.FilsafatPendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Ø Burhanudin dan Tati Sumiati. 2010.Filsafat Pendidikan. Subang: RoyyaNPress.
Ø Gie, The Liang. 2001. Filsafat Ilmu. Yogyakata: Lyberty.
Ø Hamdani Ikhsan,2007. Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia Bandung, 2007
Ø Indar, Djumberansjah. 1994.Filsafat Pendidikan. Surabaya : Karya Abditama.
Ø Ismaun. 2003. Filsafat Ilmu. Bandung: Program Pascasarjana UPI Bandung.
Ø Muzayyin Arifin,2009. Filsafat pendidikan Islam. Bumi Aksara,Jakarta.2009
Ø Rasyidin, et.al. 2007. Filsafat Pendidikan. Bandung: UPI Press.
Ø Sadulloh, Uyoh. 2011. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ø Saifullah Ali, 1997. Antara filsafat dan pendidikan, Surabaya.1997
Ø Samsul Nizar, 2002. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis. Jakarta: Ciputat Press.
Ø Syam, MN. 2000. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. Surabaya: Usaha Nasional
Ø Tim Dosen Filsafat UGM. 2002.Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
Ø Uyoh sadullah, 2007. Pengantar Filsafat Pendidikan, Alfabeta,Bandung. 2007
Ø Zianuddin Alavi. 2003. Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Kalsik dan Pertengahan. Bandung: Angkasa.
Ø Zuhairini,2008. Filsafat pendidikan Islam, Bumi Aksara,Jakarta, 2008

Minggu, 12 Oktober 2014

KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
  
A.    Pengertian dan Karakteristik Anak Usia Dini

Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14).

Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut.
Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut.

1.   Anak bersifat unik.

2.   Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan.

3.   Anak bersifat aktif dan enerjik.

4.   Anak itu egosentris.

5.  Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.

6.   Anak bersifat eksploratif dan berjiwa  petualang.

7.   Anak umumnya kaya dengan fantasi.

8.   Anak masih mudah frustrasi.

9.   Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.

10.   Anak memiliki daya perhatian yang pendek.

11.   Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial.


12.   Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.

SILABI MK Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

SILABUS

Mata Kuliah                            :  Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini
Kode MK/Bobot SKS            : AUD 101 / 3 SKS
Semester                                 : 1 (Satu)
Kelompok Mata Kuliah          :  Mata Kuliah Keahlian Program Studi
Jurusan/ Program Studi           :  S1 PG-PAUD
Tim Dosen                               : Abdul Aziz

1.       Tujuan Mata Kuliah
Mahasiswa memahami secara komprehenship tentang konsep dan  teori dasar tentang pendidikan anak usia dini dalam berbagai sudut pandang keilmuan umum dan sudut pandang ilmu agama serta dapat mengaplikasikannya  secara professional baik pada lembaga PAUD formal, non formal maupun informal.
2.      Deskripsi   Mata Kuliah
Dalam perkuliahan dibahas tentang definisi, rasional,  tujuan,  ruang  lingkup, karakteristik dan fungsi pendidikan anak usia dini.  Selanjutnya  dieksplorasi pula tentang pendekatan, peran guru/pendidik,  perkembangan dan permasalahan berkaitan pendidikan anak usia dini. Untuk menyempurnakan pemahaman, dibahas pula tentang kebijakan-kebijakan berkaitan dengan pendidikan anak usia dini di Indonesia.
3.      Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan yang digunakan adalah integerasi antara penguasaan kemampuan hardskills dengan softskills dengan metode bervariasi, meliputi: ceramah, diskusi, pemecahan masalah dan penugasan.
Media : Infokus (LCD), CD, Televisi dan media lain yang relevan

4.   Evaluasi 
a.       Ujian Tengah Semester    
b.      Ujian Akhir Semester                          
c.       Tugas (Observasi, paper, praktek)
d.      Partisipasi kelas   

5.      Rincian Materi Pekuliahan Tiap Pertemuan
Pertemuan 1 : Hakekat Anak Usia Dini
Pertemuan 2 : Definisi dan Rasional PAUD
Pertemuan 3 : Tujuan, Fungsi-Peran dan Lingkup PAUD
Pertemuan 4 : Kebijakan PAUD di Indonesia
Pertemuan 5 : Teori Perkembangan Anak Usia Dini
Pertemuan 6 : Teori Pembelajaran Anak Usia Dini
Pertemuan 7 : Praktik Pembelajaran Sesuai dengan Perkembangan Anak (Development Appropriate Practice)
Pertemuan 8 : UTS
Pertemuan 9 : Pendekatan Dalam PAUD: Pendekatan Akademis
Pertemuan 10 : Pendekatan Dalam PAUD: Pendekatan Non Akademis
Pertemuan 11 : Pendekatan Dalam PAUD: Teori Bermain
Pertemuan 12 : Pendekatan Dalam PAUD: Implementasi Bermain
Pertemuan 13 : Praktek / Observasi Layanan PAUD
Pertemuan 14 : Karakteristik Program PAUD
Pertemuan 15 : Peran dan kualifikasi pendidik PAUD
Pertemuan 16 : UAS

Referensi :
Bateman. C.F. (1990). Empowering Your Child : How To Help Your Child Succed In School and in Life. Norfolk, V.A : Hampton Roads.
Beaty. J. Janice . (1994) Observing Devopment of Young Child. (third Edition). New Jersey: By Prentice-Hall. Inc
Bergen (1994), Understanding Preschool Play, Columbus: The Ohio State University
Bredekamp, Sue, (1987), Developmentally Appropriate Practice in Early
Childhood Program Serving Children from Birth through Age 8, Washington: National Association for Education of Young Children
Chritine, J & Enz, B.J (1993), Providing Resources for Play, Journal : Childhood Education, 70.291-292
Eliason, Claudia & Jenkin, Lea (1994), Practice/Guide to Early Childhood Curriculum, Mac Millan College Pub. Company
Elkin. D. (1981). Child Development and Early Childhood Education : Where do we stand to day? Young Children. 
Ford, S.A (1993), The Facilitator Role In Children Play: Journal: Young Children, 49.66-69.
Garvey, (1990), Play, Massachussetts: Harvard University Press
Gordon, Ira J (1972), Early Childhood Education, USA: The University of Chicago
Kartono, Kartini(1990) Psikologi Umum.Bandung: Mandar Maju.
..............(2002) Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Yayasan Citra Pendidikan Indonesia.
Piaget, J.(1929). The Child’s Conception of the World. NY : Harcourt, Brace Jevanovich.
Roopnaire & Johnson (1993), Approaches to Early Childhood Education, New York: Macmillan
Santoso, Soegeng.(2000). Problematika Pendidikan dan Cara Pemecahannya. Jakarta: Kreasi Pena Gading.
Seefeldt, Carol (1980), Teaching Young Children, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Soedijarto.(2000). Pendidikan Nasional. Jakarta : CINAPS
Sollehuddin (1997), Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah, Bandung: FIP IKIP
Suryanto, Slamet.(2005) Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta : Hikayat Publishing