SEKOLAH TINGGI ISLAM AL-FALAH
SILABI MATA KULIAH
Mata Kuliah:Perbandingan PendidikanBobot:2 SKSKelompok MK:MKBFak/Jur :Tarbiyah/PAIKompetensi Mata Kuliah:Mengambil nilai-nilai positif dari berbagai sistem pendidikan diberbagai negara dalam rangka perbaikan sistem pendidikan nasional di Indonesia.Dosen:Abdul Aziz, M.Pd.IContac Person:087866164815Web Site:=======================================================================
A. Materi
Prawacana; Pengertian, Tujuan, Obyek dan ruang lingkup Perbandingan Pendidikan
Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan Pendidikan Internasional
Sistem perbandingan macam-macam strategi dan macam-macam pola pengembangan kurikulum
Perbandingan berbagai aliran dan macam-macam ideologi dalam pendidikan
Pemetaan konsep perbandingan geopolitik, sosial budaya dam ekonomi negara-negara maju dan negara berkembang
Komparasi Problema pendidikan di negara maju (Barat) dan negara berkembang (Islam)
Sistem Pendidikan di negara Amerika (Amerika Serikat & Amerika Latin) dan negara Eropa (Inggris, Prancis, Jerman dan Belanda )
Sistem pendidikan di negara Australia, Rusia dan Jepang
Sistem Pendidikan di Afrika (negara Afrika Utara,Afrika Selatan) dan Timur Tengah (Mesir, Arab Saudi,Iran, Sudan dan Turki)
Sistem pendidkan di negara Asia ( India, Pakistan, Bangladesh, Maroko dll)
Sistem pendidikan negara-negara ASEAN (Malaysia,Filipina, Singapura dan Brunai Darussalam)
Sitem pendidikan di Indonesia dan Upaya Membangun pendidikan nasioal yang berkualitas
B. Tugas Mandiri
Membuat makalah tentang perbandingan konsep pemikiran pendidikan 2 (dua) orang tokoh atau lebih dari negara-negara yang berbeda yang ada di dunia. Sesuai materi perkuliahan
Tugas dikerjakan secara individu dan mandiri
Makalah diketik spasi tunggal minimal 5 halaman
Presentasi sistem individu
C. Penilaian:
Keakuratan isi, analisanya dan kekuatan referensi pada makalah
Keaktifan dan partispasi aktif dalam diskusi perkuliahan
Nilai Keaktifan, UTS, UAS dan Nilai Tugas
D. Kepustakaan:
Ahmad Syalabi, Sejarah Pendidikan Islam
Imam Barnadib, Perbandingan Pendidikan
JP Sarumpaet, Perbandingan Pendidikan
Mahmud Yunus, Perbandingan Pendidikan di negara-negara Islam dan Intisari Pendidikan Barat
M. Said, Pendidikan Abad ke-20 dengan Latar Belakang Kebudayaannya
William Boyd, The Hystory of Western Education
James Monroe Hughes, Education in America
Sarjan Kadir & Umar Maksum, Pendidikan di Negra-negara Sedang Berkembang
Muller, Education in South East Asia
At-Tibawi, Islamic Education
Abdur Rahman al-Nahlawi, Ushul al-Tarbiyah al-Islamiyah wa Asalibuha
Abd.Rachman Assegaf, Internasionalisasi pendidikan;Sketsa perbandingan pendidikan di negara-negara islam dan barat
Monika Wizemann, Studi di jerman
Mukti Ali, Aliran pemikiran Islam di timur tengah
Ahmad Djaenuri, Pendidikan dan Modernisasi dunia Islam
Abd Rahman Haji Abdullah, Pemikiran islam di Malaysia,Sejarah dan Aliran
Chalidjah Hasan Kajian Perbandingan Pendidikan
Marius B, Jandsen, Jepang Selama dua Abad Perubahan
M. Atho’ Mudhar, Belajar islam di Amerika
Ali Saifullah, Pendidikan Internasional dan Adult Education
Minggu, 02 November 2014
Sabtu, 25 Oktober 2014
Definisi dan Rasional PAUD
Definisi PAUD
Pendidikan usia dini merupakan wahana pendidikan yang sangat fundamental dalam memberikan kerangka dasar terbentuk dan berkembangnya dasar-dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan pada anak. Keberhasilan proses pendidikan pada masa dini tersebut menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan pada lembaga pendidikan anak usia dini, seperti : Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Satuan Padu Sejenis maupun Taman Kanak-kanak sangat tergantung pada sistem dan proses pendidikan yang dijalankan.
Salah satu pemenuhan hak pendidikan sejak dini pada usia 3-5 tahun yang kemudian dilakukan masyarakat dan pemerintah yaitu program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Didalam pelaksanaannya, setiap kelurahan yang ada di Indonesia didorong untuk memiliki minimal satu PAUD. PAUD merupakan alternatif pemenuhan hak pendidikan selain Taman Kanak-Kanak (TK) atau Taman Pendidikan Alqur�an (TPA).
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2005, PAUD termasuk dalam jenis pendidikan Non Formal. Pendidikan Non Formal selain PAUD yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Play Group dan PAUD Sejenis. PAUD sejenis artinya PAUD yang diselenggarakan bersama dengan program Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu untuk kesehatan ibu dan anak). Sedangkan pada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), PAUD dimasukkan kedalam program Pendidikan Luar Sekolah (PLS).
Pada penyelenggaraan PAUD, jenis pendidikan ini tidak menggunakan kurikulum baku dari Depdiknas, melainkan menggunakan rencana pengajaran yang disebut Menu Besar. Menu Besar ini mencakup pendidikan moral dan nilai keagamaan, fisik/motorik, bahasa, sosial-emosional dan seni. Panduan dalam Menu Besar ini akan dikembangkan oleh tiap PAUD, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing PAUD.
Selain tidak menggunakan kurikulum baku, PAUD juga ditujukan untuk kalangan ekonomi miskin. Karena biasanya PAUD tidak menarik iuran sekolah atau menarik iuran dengan jumlah yang sangat kecil. Hal ini untuk memenuhi hak pendidikan anak, mendapatkan pendidikan dasar secara cuma-cuma (Pasal 31 Konvensi Hak Anak).
RASIONAL DIADAKANNYA PAUD
Hakikat pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi pemersatu bangsa, penyamaan kesempatan, dan pengembangan potensi diri.Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi system pendidikan nasional, serta memuat visi, misi, fungsi, tujuan dan strategi pembangunan pendidikan nasional.Masa usia dini (0-6 tahun) merupakan masa keemasan (golden age) dimana peran stimulasi lingkungan yang kondusif dan dilakukan dengan cara bermain akan dapat mengembangkan pertumbuhan otak dan seluruh potensi anak. Karena:
1. merupakan masa peka bagi anak. Masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama.
2. merupakan masa perkembangan kecerdasan yang pesat. Kecerdasan pada masa ini dapat meningkat dari 50% menjadi 80%.
Banyak manfaat bagi anak yang bersekolah di TK, a.l:
1. hampir seluruh aspek perkembangan anak tumbuh dan berkembang lebih baik dibandingkan anak yang tidak masuk
2. TKmemiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak masuk
3. TKtidak akan mengalami pengulangan kelas saat di kelas I dibandingkan anak yang tidak masuk
4. TKlebih siap bersekolah dibandingkan anak yang tidak masuk
Bentuk-bentuk Paud terdiri dari :
- PAUD Formal ; TK, Raudhatul Atfal.
- PAUD Non Formal ; Kelompok Bermain (KB), Taman Pendidikan Anak (TPA), Pos Paud ..dll
- PAUD Informal ; Keluarga
Jumat, 17 Oktober 2014
STIA SILABI FILSAFAT PENDIDIKN ISLAM
RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER
(RPS)
A. INFORMASI UMUM
Nama Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Islam (FPI)
Kode Mata Kuliah : TBI (MKU)
Program Studi : S-1
Bobot SKS : 2 SKS (16 Kali Pertemuan)
Semester : Gasal
Dosen Pengampu : Abdul Aziz, M.Pd.I
B. DESKRIPSI
Pemahaman dan pengetahuan secara konseptual secara mendasar tentang pendidikan Islam dengan melakukan beberapa studi analisis terhadap beberapa hasil pemikiran filosof dari para tokoh-tokoh muslim.
C. STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa dapat memahamiunsur esensial pendidikan Islam dalam proses pembentukan kepribadian muslim.
D. KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa mampu memahami unsur esensial pendidikan Islam dalam proses pembentukan kepribadian muslim melalui telaah dinamika pemikiran filosofis yang berkembang di kalangan kaum muslim.pengetahuan secara konseptual secara mendasar tentang pendidikan Islam dengan melakukan beberapa studi analisis terhadap beberapa hasil pemikiran filosof dari para tokoh-tokoh muslim.
E. KEGIATAN
Tatap Muka
|
MATERI POKOK
|
KET
|
1
|
Pendahuluan dan kontrak belajar
|
Dosen
|
2
|
Konsep dasar filsafat pendidikan islam
|
Dosen
|
3
|
Paradigma kemanusiaan dalam pendidikan islam
|
Dosen
|
4
|
Epistimologi pendidikan islam
|
Dosen
|
5
|
Aksiologi pendidikam islam
|
Mahasiswa
|
6
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Al-Ghazali
|
Mahasiswa
|
7
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Ibn Miskawaih
|
Mahasiswa
|
8
|
UJIAN FORMATIF
|
Mahasiswa
|
9
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Muhammad Abduh
|
Mahasiswa
|
10
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Ismail Raji al-Faruqi
|
Mahasiswa
|
11
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Syekh Muhammad Naquib al-Attas
|
Mahasiswa
|
12
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Athiyah Al-Abrasyi
|
Mahasiswa
|
13
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif KH. Hasyim Asy’ari
|
Mahasiswa
|
14
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Ahmad Dahlan
|
Mahasiswa
|
15
|
Pemikiran pendidikan para filosof muslim tentang pendidikan islam perspektif Nurcholis Madjid
|
Mahasiswa
|
16
|
UJIAN SUMATIF
|
Mahasiswa
|
F. SISTEM EVALUASI
Perkuliahan ini akan memberi bobot nilai pada komponen-komponen berikut:
a. Kedisiplinan 10%
b. Performance 15%
b. Akhlak Mulia 15%
c. Penugasan 15%
d. Ujian Formatif (UF) 20%
e. Ujian Sumatif (US) 25%
G. DAFTAR BACAAN
Ø Abuddin Nata. 2005.FilsafatPendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Ø Burhanudin dan Tati Sumiati. 2010.Filsafat Pendidikan. Subang: RoyyaNPress.
Ø Gie, The Liang. 2001. Filsafat Ilmu. Yogyakata: Lyberty.
Ø Hamdani Ikhsan,2007. Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia Bandung, 2007
Ø Indar, Djumberansjah. 1994.Filsafat Pendidikan. Surabaya : Karya Abditama.
Ø Ismaun. 2003. Filsafat Ilmu. Bandung: Program Pascasarjana UPI Bandung.
Ø Muzayyin Arifin,2009. Filsafat pendidikan Islam. Bumi Aksara,Jakarta.2009
Ø Rasyidin, et.al. 2007. Filsafat Pendidikan. Bandung: UPI Press.
Ø Sadulloh, Uyoh. 2011. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ø Saifullah Ali, 1997. Antara filsafat dan pendidikan, Surabaya.1997
Ø Samsul Nizar, 2002. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis. Jakarta: Ciputat Press.
Ø Syam, MN. 2000. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. Surabaya: Usaha Nasional
Ø Tim Dosen Filsafat UGM. 2002.Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
Ø Uyoh sadullah, 2007. Pengantar Filsafat Pendidikan, Alfabeta,Bandung. 2007
Ø Zianuddin Alavi. 2003. Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Kalsik dan Pertengahan. Bandung: Angkasa.
Ø Zuhairini,2008. Filsafat pendidikan Islam, Bumi Aksara,Jakarta, 2008
Minggu, 12 Oktober 2014
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KONSEP-KONSEP
DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
A. Pengertian
dan Karakteristik Anak Usia Dini
Dalam
undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan
anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak
lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih
lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14).
Anak
usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini
merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan
kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di
mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut
sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta
stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tersebut.
Ada berbagai
kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh
Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 –
1.13) sebagai berikut.
1.
Anak bersifat unik.
2.
Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan.
3.
Anak bersifat aktif dan enerjik.
4.
Anak itu egosentris.
5.
Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.
6.
Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang.
7.
Anak umumnya kaya dengan fantasi.
8.
Anak masih mudah frustrasi.
9.
Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.
10.
Anak memiliki daya perhatian yang pendek.
11.
Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial.
12.
Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.
SILABI MK Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini
SILABUS
Mata
Kuliah
: Konsep Dasar Pendidikan Anak
Usia Dini
Kode MK/Bobot
SKS : AUD 101
/ 3 SKS
Semester :
1 (Satu)
Kelompok Mata
Kuliah : Mata
Kuliah Keahlian Program Studi
Jurusan/
Program Studi :
S1 PG-PAUD
Tim
Dosen
: Abdul Aziz
1.
Tujuan Mata Kuliah
Mahasiswa
memahami secara komprehenship tentang konsep dan teori dasar tentang
pendidikan anak usia dini dalam berbagai sudut pandang keilmuan umum dan sudut
pandang ilmu agama serta dapat mengaplikasikannya secara professional
baik pada lembaga PAUD formal, non formal maupun informal.
2.
Deskripsi Mata Kuliah
Dalam
perkuliahan dibahas tentang definisi, rasional, tujuan, ruang
lingkup, karakteristik dan fungsi pendidikan anak usia dini.
Selanjutnya dieksplorasi pula tentang pendekatan, peran
guru/pendidik, perkembangan dan permasalahan berkaitan pendidikan anak
usia dini. Untuk menyempurnakan pemahaman, dibahas pula tentang
kebijakan-kebijakan berkaitan dengan pendidikan anak usia dini di Indonesia.
3.
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan yang
digunakan adalah integerasi antara penguasaan kemampuan hardskills dengan
softskills dengan metode bervariasi, meliputi: ceramah, diskusi, pemecahan
masalah dan penugasan.
Media : Infokus (LCD), CD, Televisi dan media
lain yang relevan
4. Evaluasi
a.
Ujian Tengah
Semester
b.
Ujian Akhir
Semester
c.
Tugas (Observasi,
paper, praktek)
d.
Partisipasi
kelas
5.
Rincian Materi Pekuliahan Tiap Pertemuan
Pertemuan 1 : Hakekat Anak Usia Dini
Pertemuan 2 : Definisi dan Rasional PAUD
Pertemuan 3 : Tujuan, Fungsi-Peran dan Lingkup
PAUD
Pertemuan 4 : Kebijakan PAUD di Indonesia
Pertemuan 5 : Teori Perkembangan Anak Usia Dini
Pertemuan 6 : Teori Pembelajaran Anak Usia Dini
Pertemuan 7 :
Praktik Pembelajaran Sesuai dengan Perkembangan Anak (Development Appropriate
Practice)
Pertemuan
8 : UTS
Pertemuan 9 : Pendekatan Dalam PAUD: Pendekatan
Akademis
Pertemuan 10 : Pendekatan Dalam PAUD:
Pendekatan Non Akademis
Pertemuan 11 : Pendekatan Dalam PAUD: Teori
Bermain
Pertemuan 12 : Pendekatan Dalam PAUD:
Implementasi Bermain
Pertemuan 13 : Praktek / Observasi Layanan PAUD
Pertemuan 14 : Karakteristik Program PAUD
Pertemuan 15 : Peran dan kualifikasi pendidik
PAUD
Pertemuan
16 : UAS
Referensi :
Bateman. C.F.
(1990). Empowering Your Child : How To Help Your Child Succed In School and
in Life. Norfolk, V.A : Hampton Roads.
Beaty. J.
Janice . (1994) Observing Devopment of Young Child. (third Edition). New
Jersey: By Prentice-Hall. Inc
Bergen (1994), Understanding
Preschool Play, Columbus: The Ohio State University
Bredekamp, Sue,
(1987), Developmentally Appropriate Practice in Early
Childhood
Program Serving Children from Birth through Age 8, Washington: National Association for
Education of Young Children
Chritine, J
& Enz, B.J (1993), Providing Resources for Play, Journal : Childhood
Education, 70.291-292
Eliason,
Claudia & Jenkin, Lea (1994), Practice/Guide to Early Childhood
Curriculum, Mac Millan College Pub. Company
Elkin. D.
(1981). Child Development and Early Childhood Education : Where do we stand
to day? Young Children.
Ford, S.A
(1993), The Facilitator Role In Children Play: Journal: Young Children,
49.66-69.
Garvey, (1990),
Play, Massachussetts: Harvard University Press
Gordon, Ira J
(1972), Early Childhood Education, USA: The University of Chicago
Kartono, Kartini(1990) Psikologi Umum.Bandung: Mandar Maju.
..............(2002) Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta :
Yayasan Citra Pendidikan Indonesia.
Piaget, J.(1929). The Child’s Conception of the World. NY
: Harcourt, Brace Jevanovich.
Roopnaire &
Johnson (1993), Approaches to Early Childhood Education, New York:
Macmillan
Santoso, Soegeng.(2000). Problematika Pendidikan dan Cara
Pemecahannya. Jakarta: Kreasi Pena Gading.
Seefeldt, Carol
(1980), Teaching Young Children, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Soedijarto.(2000). Pendidikan Nasional. Jakarta : CINAPS
Sollehuddin
(1997), Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah, Bandung: FIP IKIP
Suryanto, Slamet.(2005) Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Yogyakarta : Hikayat Publishing
Langganan:
Postingan (Atom)